Pasang Iklan Gratis

Tiga warga Austria termasuk aktivis Flotila Sumud yang ditahan Israel

 Tiga warga negara Austria ditahan di Israel setelah ikut serta dalam misi kemanusiaan Armada Sumud yang menuju Jalur Gaza, kata Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger pada Rabu.

Sebelumnya pada hari itu, Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan angkatan laut telah menahan 430 aktivis dari sebuah armada yang membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir membagikan sebuah video yang menunjukkan agen keamanan Israel memaksa anggota armada yang ditahan untuk berlutut telungkup dengan tangan terikat.

Ben-Gvir sendiri muncul dalam rekaman tersebut, mengibarkan bendera Israel dan membuat pernyataan provokatif terhadap para aktivis.

Video tersebut menuai reaksi keras dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Luar Negeri Gideon Saar, yang mengatakan bahwa video itu tidak sesuai dengan "nilai-nilai dan norma" Israel dan juga tidak mewakili Israel.

"Tiga warga Austria juga saat ini ditahan di Israel. Beberapa video yang disebarkan oleh Menteri Kepolisian sayap kanan Ben-Gvir tentang perlakuan terhadap para aktivis sama sekali tidak dapat diterima," tulis Meinl-Reisinger di X.

"Hal ini memang pantas dikecam keras oleh kolega saya dari Israel, Gideon Saar. Hari ini kami menyampaikan kemarahan kami kepada Kedutaan Besar Israel di Wina," imbuhnya.

Austria telah berulang kali menyerukan kepada Israel untuk menahan diri secara maksimal dalam menangani armada kemanusiaan dan untuk mematuhi hukum internasional, kata menteri tersebut.

"Kami terus menjalin kontak dengan pihak berwenang Israel. Tim kedutaan kami memberikan dukungan maksimal kepada para tahanan untuk memfasilitasi keberangkatan mereka secepat mungkin," imbuhnya.

Wina memiliki tujuan yang sama untuk memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza, kata Meinl-Reisinger.

"Namun, kami sangat menyarankan untuk tidak berpartisipasi dalam armada kemanusiaan dalam keadaan seperti ini. Tentu saja, keselamatan warga Austria adalah prioritas utama kami," kata menteri tersebut.

Otoritas Israel berulang kali memperingatkan bahwa mereka akan secara tegas mencegah setiap upaya untuk mencapai Gaza, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan provokasi untuk mendukung Hamas dan tidak memiliki tujuan kemanusiaan.

Selama setahun terakhir, para aktivis dari berbagai negara telah berulang kali mencoba berlayar ke Gaza, tetapi dicegat oleh pasukan khusus angkatan laut Israel dan kemudian dideportasi.

Armada bantuan tersebut berangkat dari Barcelona pada 15 April. Pada Senin, penyelenggara mengatakan bahwa armada tersebut dikepung dan dicegat oleh pasukan angkatan laut Israel di perairan internasional, sekitar 250 mil wilayah laut dari pantai Gaza.

0 Response to "Tiga warga Austria termasuk aktivis Flotila Sumud yang ditahan Israel"

Posting Komentar