Roberto De Zerbi kecam hasil yang 'tidak adil' saat Tottenham tersingkir dari Carabao Cup usai kalah dari Liverpool
De Zerbi menyebut kekalahan di Anfield "tidak adil"
Start sulit Tottenham pada musim 2026-27 mencapai titik terendah baru pada Rabu malam ketika mereka tersingkir dari Carabao Cup oleh Liverpool. De Zerbi terlihat frustrasi di pinggir lapangan saat gol-gol dari Alexis Mac Allister, Cody Gakpo, dan Dominik Szoboszlai memastikan langkah aman bagi Liverpool asuhan Andoni Iraola, membuat Spurs kini hanya bisa fokus pada performa mereka yang goyah di Premier League.
Berbicara setelah pertandingan, De Zerbi blak-blakan dalam menilai hasil tersebut, dengan menyebut timnya pantas mendapatkan lebih dari laga ini mengingat tekanan yang mereka berikan. "Kami harus lebih sering menembak dan kami harus menembak dengan lebih baik," aku mantan bos Brighton itu kepada para wartawan. "Kami harus menyelesaikan dengan lebih baik situasi-situasi yang jelas. Tapi kami menyesali hasil ini, kecewa, frustrasi dengan hasil ini. Saya pikir ini tidak adil, tapi kami harus menerimanya dan menjadi lebih kuat dari momen sial ini karena saya jujur. Jujur kepada diri saya sendiri dan kepada kalian."
Masalah di depan gawang terus berlanjut
Statistik dari pertandingan itu menceritakan kisah dominasi tanpa ketajaman klinis yang dibutuhkan di level tertinggi. Tottenham mampu melepaskan 17 tembakan ke gawang Liverpool, tetapi mereka hanya memiliki satu sundulan Connor Gallagher sebagai hasil dari upaya mereka. Kurangnya ketenangan di sepertiga akhir ini telah menjadi tema yang berulang bagi tim asuhan De Zerbi, yang secara mengejutkan masih belum mampu mencetak gol di Premier League sejauh musim ini.
De Zerbi menunjuk pada rentetan nasib buruk yang konsisten yang menurutnya telah menghantui timnya sepanjang pekan-pekan pembuka musim ini. Merefleksikan rangkaian hasil terbaru mereka, manajer Spurs itu menyoroti beberapa laga di mana ia merasa skor akhir terlalu kejam bagi para pemainnya. "Saya pikir dalam lima atau enam pertandingan ini kami, jelas, tidak beruntung, Newcastle, dengan Everton, bahkan dengan Nottingham dan malam ini juga," jelas De Zerbi.
Kelengahan dalam bertahan terbukti mahal
Meski sorotan kerap tertuju pada minimnya gol di satu sisi, De Zerbi juga sama kritisnya terhadap cara timnya kebobolan dari serangan Liverpool yang begitu klinis. Liverpool tampil tanpa ampun ketika peluang datang, memanfaatkan celah di lini belakang Tottenham yang membuat manajer tim tamu itu geram. De Zerbi menilai struktur pertahanan yang ia harapkan tidak terlihat pada momen-momen krusial, terutama saat fase transisi ketika kualitas Liverpool di lini tengah dan serangan pada akhirnya membuat para pemainnya kewalahan.
Sang manajer secara spesifik mengkritik gol-gol yang bersarang ke gawang timnya, dengan menyoroti kesalahan individu maupun kolektif yang membuat Liverpool mengambil kendali atas pertandingan. "Kami harus memperbaiki banyak hal karena pada gol pertama yang kami kebobolan, kami tidak bertahan dengan cara yang benar dan pada gol kedua kami seharusnya bisa lebih dekat dengan Gakpo," ujar De Zerbi.
Menatap pemulihan krusial di depan
Dengan Piala Carabao kini sudah lepas dari jangkauan, tekanan terhadap De Zerbi kian besar untuk membenahi masalah mencolok di dalam skuadnya sebelum laga berikutnya di kasta tertinggi. Kurangnya penyelesaian akhir yang klinis, ditambah hilangnya konsentrasi di lini pertahanan, telah menciptakan badai sempurna bagi klub London utara itu, yang kini berada di bawah sorotan besar dari para suporter dan pundit. Pelatih asal Italia itu tetap bersikeras bahwa kualitasnya ada, tetapi ia menegaskan para pemainnya harus membangun mentalitas yang lebih kuat untuk melewati periode yang dianggap "tidak beruntung" ini dan membalikkan musim mereka. "Ini momen yang sulit, tetapi kami harus lebih kuat untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk pertandingan berikutnya," ujarnya.
0 Response to "Roberto De Zerbi kecam hasil yang 'tidak adil' saat Tottenham tersingkir dari Carabao Cup usai kalah dari Liverpool"
Posting Komentar