Pasang Iklan Gratis

Finlandia selesaikan perakitan mesin F135 pertamanya untuk jet tempur F-35

 Produksi oleh Patria memperluas keterlibatan industri Finlandia dalam program tersebut; negara itu juga akan memproduksi struktur untuk pesawat yang ditujukan ke pasar internasional

Finlandia telah menyelesaikan perakitan mesin Pratt & Whitney F135 pertamanya yang ditujukan untuk jet tempur F-35A. Pekerjaan tersebut dilakukan oleh Patria di fasilitas industri barunya di Linnavuori, kota Nokia, menandai tahap baru keterlibatan Finlandia dalam rantai produksi dan pemeliharaan F-35.

Unit pertama selesai pada September 2026. Pada Februari tahun ini, Patria telah menandatangani perjanjian dengan Pratt & Whitney, perusahaan dari grup RTX, untuk perakitan akhir mesin-mesin F135 pertama, sementara persiapan produksi telah berlangsung sejak 2025.

Lini di Linnavuori diperkirakan tetap didedikasikan untuk perakitan mesin hingga 2030. Setelah itu, fasilitas tersebut secara bertahap akan diarahkan ke kegiatan pemeliharaan, perbaikan, overhaul, dan modernisasi mesin F135 yang digunakan oleh armada F-35A Finlandia di masa depan.

Dalam praktiknya, strategi ini akan memungkinkan sebagian penting dari pemeliharaan mesin dilakukan di Finlandia sendiri selama beberapa dekade mendatang. Perencanaan tersebut mencakup seluruh siklus operasional F-35 milik negara itu, yang diperkirakan akan berlangsung hingga dekade 2060-an.

Fasilitas baru disiapkan untuk F135

Fasilitas Linnavuori dibangun secara khusus untuk memenuhi persyaratan teknis dan keamanan yang terkait dengan program F-35 dan mesin F135. Unit tersebut diserahkan kepada Patria pada 2025 dan pada tahap awal berfungsi sebagai pusat perakitan sebelum nantinya juga menangani kegiatan pemeliharaan dan overhaul.

F135 adalah mesin yang digunakan oleh keluarga F-35 dan dikembangkan oleh Pratt & Whitney. Pada F-35A yang dipilih Finlandia, pesawat menggunakan satu mesin.

Lebih dari sekadar merakit mesin impor, program ini bertujuan membangun keahlian teknis lokal agar Finlandia mampu menopang armadanya selama puluhan tahun tanpa bergantung sepenuhnya pada pusat pemeliharaan di luar negeri.

Patria memperkirakan kegiatan terkait mesin akan memberikan dampak langsung sekitar 50 lapangan kerja antara 2025 dan 2030.

Finlandia juga akan memproduksi bagian struktural F-35

Keterlibatan industri Finlandia dalam program ini tidak hanya mencakup mesin. Pada 2026, Patria juga mulai merakit bagian depan badan pesawat F-35 dan memproduksi komponen struktural, termasuk perangkat pintu roda pendaratan.

Pekerjaan tersebut dilakukan di fasilitas perusahaan di Halli, kota Jämsä. Produksi bagian depan badan pesawat dimulai pada awal Maret, sedangkan pembuatan pintu roda pendaratan dimulai selama paruh pertama tahun tersebut.

Perjanjian dengan Lockheed Martin предусматривает produksi dalam jumlah yang jauh lebih besar daripada kebutuhan pesawat Finlandia saja. Berdasarkan rencana saat ini, Patria diperkirakan akan memproduksi 400 set badan pesawat depan dan 400 set pintu roda pendaratan antara 2026 dan 2042.

Artinya, komponen yang diproduksi di Finlandia juga akan digunakan pada F-35 yang ditujukan untuk negara lain. Komponen-komponen tersebut kemudian dikirim ke lini perakitan akhir Lockheed Martin di Fort Worth, Texas.

Produksi bagian depan badan pesawat sangat penting karena menempatkan industri Finlandia secara langsung dalam rantai manufaktur internasional jet tempur tersebut, bukan hanya membatasi partisipasi lokal pada pemeliharaan pesawat yang dibeli oleh negara.

64 F-35A akan menggantikan Hornet

Finlandia telah memesan 64 unit F-35A Lightning II untuk menggantikan armada F/A-18 Hornet yang saat ini digunakan dan diperoleh pada dekade 1990-an.

F-35A pertama yang akan beroperasi di wilayah Finlandia dijadwalkan tiba di pangkalan Lapland Air Wing di Rovaniemi pada paruh kedua 2026.

Pengadaan tersebut mencakup pesawat dengan konfigurasi Block 4, beserta infrastruktur, pelatihan, sistem pendukung, dan kemampuan pemeliharaan yang diperlukan untuk menopang armada baru.

Penggantian Hornet akan dilakukan secara bertahap. Rencana Finlandia menetapkan transisi unit operasional ke F-35 antara akhir dekade ini dan awal dekade berikutnya.

Dengan perakitan mesin F135, produksi komponen struktural, serta kemampuan pemeliharaan yang nantinya tersedia di dalam negeri, Finlandia berupaya mengubah pembelian 64 jet tempurnya menjadi program industri jangka panjang, dengan mempertahankan sebagian keahlian teknis dan infrastruktur yang diperlukan untuk mengoperasikan armada tersebut di wilayahnya sendiri.


0 Response to "Finlandia selesaikan perakitan mesin F135 pertamanya untuk jet tempur F-35"

Posting Komentar