Finish terburuk Veda Pratama dibandingkan dengan rookie Moto3 2026, Casey O'Gorman pembalap paling efektif
Pembalap asal Indonesia, Veda Ega Pratama, hanya sekali mengalami finish terburuk tanpa mendapatkan poin setelah berjalannya 12 seri Moto3 2026.
Veda Pratama nyaris selalu mendapatkan poin apabila menyelesaikan balapan hingga garis finish di Moto3 2026.
Terkecuali pada seri Hungaria, di mana Veda mencatat finish terburuknya (menuntaskan balapan hingga menyentuh garis finish) pada posisi ke-16.
Pembalap asal Gunungkidul itu mengakhiri balapan di posisi ke-16 setelah memulai dari starting grid sembilan.
Veda sejatinya mampu menyelesaikan balapan di urutan ke-15 untuk bisa menggaransi satu poin, tetapi insiden kecelakaan yang terjadi pada akhir putaran mengubah segalanya.
Hasil akhir balapan pun disesuaikan dengan posisi pembalap pada putaran ke-19 yang membuat Veda lengser satu strip.
Tidak hanya itu, kesulitan juga sudah dirasakan Veda sejak awal balapan karena harus menjalani hukuman long lap penalty.
Ia didakwa mengganggu laju Ruche Moodley saat sesi Q2 di Balaton Park.
Diakuinya, balapan tersebut memberi pengalaman berharga tentang pemanfaatan timing untuk menebus hukuman long lap penalty.
"Balapan (di Balaton Park) benar-benar berat," kata Veda seperti dikutip Juara.net dari Honda Team Asia.
"Long Lap Penalty membuat segalanya sangat sulit karena setelah menjalani penalti tersebut, saya kehilangan kontak dengan kelompok depan."
"Saya menghabiskan sebagian besar balapan untuk mencoba merebut kembali posisi yang telah hilang."
"Tentu saja, itu cukup mengecewakan karena saya tahu saya (sebenarnya) memiliki kecepatan untuk bertarung lebih dekat di depan."
"Pada saat yang sama, saya harus menerima situasi ini karena penalti adalah konsekuensi dari kesalahan yang saya buat selama kualifikasi," tuturnya.
Lebih menyakitkan lagi, Veda sebenarnya mampu mencatat waktu tercepat kedua saat Practice.
Veda cuma berselisih 0,361 detik dari Maximo Quiles sebagai yang tercepat.
Bukan hanya Veda, finish terburuk juga pernah dialami pemuncak klasemen rookie Moto3, Brian Uriarte.
Juara Redbull Rookies Cup 2025 itu belum lama ini harus puas finish di posisi ke-19 pada Moto3 Inggris 2026.
Itu menjadi akhir balapan terburuk Uriarte selain diskualifikasi pada Moto3 Catalan.
Rival tetangga Veda, Hakim Danish, juga pernah mengakhiri balapan di posisi ke-17 pada seri pertama di Thailand.
Rekan setim Veda, Zen Mitani, menjadi rookie terburuk hingga 14 seri.
Pembalap asal Jepang itu nyaris tak mencatat poin meski menyelesaikan delapan balapan.
Mitani hanya mengantongi dua poin hasil finish posisi ke-15 di Brasil dan Prancis.
Sementara itu, penampilan paling efektif dicatatkan Casey O'Gorman yang selalu mendulang poin ketika menyelesaikan balapan.
Pembalap asal Irlandia itu tercatat tujuh kali mengakhiri balapan dengan pencapaian terbaik finish di posisi delapan pada Moto3 Brasil dan Catalan.
Finish terburuk para rookie Moto3 2026 selama 12 seri:
Brian Uriarte: 19 (Moto3 Inggris)
Veda Ega Pratama: 16 (Moto3 Hungaria)
Hakim Danish: 17 (Moto3 Thailand)
Rico Salmela: 18 (Moto3 Thailand)
Jesus rios: 17 (Moto3 Ceko)
Casey O'Gorman: 12 (Moto3 Inggris)
Leo Rammerstorfer: 23 (Moto3 Italia)
Zen Mitani: 22 (Moto3 Italia)


0 Response to "Finish terburuk Veda Pratama dibandingkan dengan rookie Moto3 2026, Casey O'Gorman pembalap paling efektif"
Posting Komentar