Pasang Iklan Gratis

Zetrix dan CAICT Astron Perkenalkan Lapisan Kepercayaan "Blockchain-AI" untuk Ekosistem Agen AI

 Zetrix AI Berhad ("Zetrix AI") bersama China Academy of Information and Communications Technology ("CAICT") pada tanggal 14 April meluncurkan sebuah inisiatif baru: protokol kepercayaan berbasiskan blockchain untuk agen kecerdasan buatan (AI). Inisiatif ini diposisikan sebagai infrastruktur penting dalam "agentic economy", yakni ekosistem dengan sistem AI yang dapat bertindak, bertransaksi, dan berkomunikasi mewakili individu maupun perusahaan.

Diluncurkan di ajang World Internet Conference Asia Pacific yang berlangsung di Hong Kong, platform — Avatar (http://avatar.inc) — membantu pengguna individu dan perusahaan menciptakan "digital twin" berbasiskan AI yang dilatih menurut kepribadian, preferensi, pengetahuan, hingga gaya komunikasi pengguna. Agen AI tersebut kemudian berinteraksi dengan pengguna, agen AI lain, maupun sistem digital untuk menjalankan berbagai tugas, didukung identitas yang terverifikasi dan akses kredensial atau aset digital.

Avatar diluncurkan di tengah tren pergeseran dari chatbot menuju sistem otonom yang mampu bernegosiasi, berkoordinasi, mengeksekusi alur kerja, serta mewakili pengguna di lingkungan digital. Avatar menjawab kebutuhan tersebut melalui protokol kepercayaan yang memastikan siapa yang diwakili oleh agen AI, apa saja kewenangannya, serta keaslian aset atau kredensial yang digunakan.

Dirancang dengan kerangka hybrid OpenClaw dan pipeline, serta terintegrasi dengan blockchain Astron dan Zetrix, Avatar mendukung agen AI mengakses kredensial terverifikasi, termasuk identitas, kualifikasi profesional dan aset digital. Platform ini juga akan dilengkapi sistem keamanan bersertifikasi CAICT serta "agent task store" terbuka sehingga pengembang pihak ketiga dapat memublikasikan agen AI spesialis.

"Agen AI yang didukung blockchain akan menjadi fondasi kepercayaan dalam interaksi digital otonom generasi berikutnya," ujar You Xiao Yu, Naib Presiden Astron CAICT. "Ketika agen AI mulai bertindak mewakili pengguna individu dan perusahaan keamanan dan keandalan eksekusi menjadi hal yang tidak bisa ditawar."

Avatar bukan sekadar asisten AI, melainkan infrastruktur untuk aktivitas internet kategori baru berbasiskan interaksi yang telah terverifikasi antara pengguna manusia, perusahaan, dan agen perangkat lunak otonom.

"Agen yang mewakili pengguna manusia maupun perusahaan akan menghadirkan berbagai tugas baru bagi agen AI sehingga menuntut kejelasan identitas dari pihak yang bertransaksi, serta akses terhadap kredensial atau aset digital yang sahih," kata TS Wong, Pengarah Urusan Kumpulan Zetrix AI Berhad, pengembang layer-1 public blockchain, Zetrix.

Dalam presentasinya, CZ Wong, Ketua Pegawai AI Zetrix dan juga arsitek Avatar, memaparkan berbagai skenario penggunaan agen AI Avatar di masa depan.

Bagi kalangan eksekutif dan profesional, Avatar membantu proses onboarding karyawan, menjawab pertanyaan strategis, serta menyimpan basis pengetahuan institusional di luar keterbatasan waktu manusia.

Bagi selebritas dan figur publik, Avatar menangani interaksi dengan penggemar dan aktivitas bisnis dalam skala besar agar ribuan interaksi personal berlangsung secara simultan tanpa kehadiran fisik.

Bagi kreator dan influencer, Avatar berpotensi menjadi mesin monetisasi berbasiskan AI sehingga pengguna dapat mengemas keahlian, mengelola komunitas berbayar, memberikan pembelajaran pembelajaran yang disesuaikan, serta memperluas jangkauan bisnis.

Bagi pengguna perusahaan, pendekatan ini menghadirkan perubahan signifikan—beralih dari situs web statis menuju agen korporat otonom yang aktif mencari prospek, menyesuaikan pesan dengan profil pelanggan, serta menjalankan interaksi yang berkelanjutan dan sesuai kebutuhan.

Bagi konsumen, platform ini menawarkan konsep yang lebih personal: menciptakan representasi berbasiskan AI yang sangat cerdas, dilatih dari pengetahuan dan preferensi pribadi untuk menyelesaikan berbagai tugas. Bahkan, kemampuan ini dapat berkembang menjadi bentuk "warisan digital" terverifikasi agar generasi mendatang dapat berinteraksi dengan representasi digital dari seseorang setelah ia tiada.

Peluang paling luas terletak pada interaksi antaragen (agent-to-agent/A2A). Dalam model ini, avatar milik pengguna dapat langsung bernegosiasi, berkolaborasi, bertukar informasi, dan bertransaksi dengan avatar lain, tanpa intervensi manusia secara langsung. Dalam konteks ini, blockchain berperan sebagai lapisan kepercayaan, identitas, dan penyelesaian transaksi untuk interaksi antarmesin.

Strategi ini juga diperkuat dengan kehadiran agent store, wadah bagi pengembang pihak ketiga untuk mengunggah agen spesialis yang dapat dipakai oleh pengguna lain. Agen-agen ini terintegrasi dengan kredensial pengguna untuk menjalankan fungsi tertentu, sedangkan pihak pengembang juga dapat memperoleh sertifikasi keamanan dari CAICT untuk meningkatkan adopsi di kalangan perusahaan dan institusi.



0 Response to "Zetrix dan CAICT Astron Perkenalkan Lapisan Kepercayaan "Blockchain-AI" untuk Ekosistem Agen AI"

Posting Komentar