imunisasi campak-rubella hingga bencana lahar dingin Semeru
Beberapa peristiwa humaniora terjadi di Tanah Air di sepanjang hari Kamis (26/2), antara lain Respons atas kasus WNA terkena campak, Kemenkes kebut imunisasi pekan depan hingga Polisi di Lumajang bantu siswa SD seberangi lahar dingin Semeru
Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca.
Respons kasus WNA terkena campak, Kemenkes kebut imunisasi pekan depan
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan pihaknya menggencarkan imunisasi measles atau campak dan rubella (MR) bagi anak PAUD dan TK mulai pekan depan, sebagai satu upaya merespons notifikasi Australia terkait kasus campak WNA yang berpergian ke Indonesia.
"Jadi penguatan imunisasi kita lakukan secara rutin dan imunisasi kejar MR, terutama pada wilayah dengan cakupan rendah. Itu kita lakukan. Kemudian yang kedua adalah pemberian imunisasi MR tambahan pada daerah-daerah dengan KLB tahun 2025-2026. Dan MR tambahan ini merupakan crash program," kata Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni, di Jakarta
Untuk meningkatkan cakupan di daerah yang rendah angka imunisasinya karena tingginya angka penolakan vaksin, pihaknya berupaya menggandeng pemerintah daerah, tokoh-tokoh penting seperti tokoh agama dan organisasi profesi, guna menyebarluaskan informasi tentang pentingnya imunisasi tersebut.
BGN minta SPPG putus kerja sama dengan mitra yang "mark up" bahan MBG
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memutus kerja sama dengan mitra yang menaikkan harga atau mark-up bahan baku Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Nanik menyampaikan hal tersebut untuk merespons banyaknya laporan dari SPPG tentang para mitra yang sering mark-up bahan baku pangan untuk dapur MBG. Ia mengingatkan seluruh petugas SPPG agar tidak pernah berkompromi dengan mitra yang menerapkan praktik curang sehingga dapat mencemari program MBG ini.
"Ingat! Kepala SPPG, pengawas keuangan, pengawas gizi, jangan pernah mau mengikuti kemauan, apalagi malah bekerja sama dengan mitra SPPG yang mark-up harga bahan baku pangan untuk Program MBG ini, apalagi dengan kualitas bahan pangan yang jelek," katanya dalam keterangan resmi di Jakarta
Getaran banjir lahar Gunung Semeru tercatat hampir empat jam
Getaran banjir lahar hujan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tercatat hampir empat jam karena hujan deras yang mengguyur gunung tertinggi di Pulau Jawa itu pada Kamis.
"Pada periode pengamatan Kamis ini pukul 00.00-06.00 WIB tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 17 mm, dan lama gempa 13.304 detik atau 3 jam 42 menit," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.
Selain getaran banjir, aktivitas kegempaan selama enam jam terakhir juga terekam 17 kali gempa letusan/eupsi dengan amplitudo 11-22 mm dan lama gempa 65-104 detik, tiga kali gempa guguran dengan amplitudo 2-3 mm dan lama gempa 33-40 detik, serta 1 kali gempa embusan dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa 51 detik.
Polisi di Lumajang bantu siswa SD seberangi lahar dingin Semeru
Anggota Polsek Candipuro, Kepolisian Resor Lumajang turun langsung membantu para pelajar dan warga menyeberangi derasnya aliran lahar dingin di Sungai Regoyo yang berada di Desa Jugosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
"Tiga personel Polsek Candipuro bergantian menggendong siswa SD Negeri 03 Jugosari asal Dusun Sumberlangsep saat menyeberangi sungai demi masuk sekolah," kata Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, Kamis.
Menurutnya hal itu sebagai langkah antisipasi dan upaya pencegahan setelah kejadian seorang siswi yang sebelumnya terseret banjir lahar hujan Semeru saat hendak berangkat sekolah pada Senin (23/2).
0 Response to "imunisasi campak-rubella hingga bencana lahar dingin Semeru"
Posting Komentar