Pasang Iklan Gratis

Kemenperin perkuat sinergi industri pati ubi untuk substitusi impor

 Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat sinergi antara industri penghasil dan pengguna pati ubi kayu dalam negeri guna mendorong substitusi impor, serta meningkatkan daya saing industri nasional.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan Business Matching Pati Ubi Kayu di Jakarta, Kamis menyampaikan, industri pati ubi kayu merupakan salah satu industri strategis kementerian yang dipimpinnya.

Saat ini, terdapat 125 perusahaan pati ubi kayu di Indonesia dengan tingkat utilisasi baru mencapai 43 persen, berdasarkan data yang dihimpun melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) dan Online Single Submission (OSS).

"Pati ubi kayu merupakan komoditas strategis dan memiliki nilai tambah tinggi, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai produk pangan, antara lain pemanis, bumbu, makanan ringan dan mie, serta non pangan seperti kertas, bahan kimia dan ethanol," kata dia.

Dijelaskan dia, hingga November 2025 nilai ekspor pati ubi kayu Indonesia tercatat mencapai 18,7 juta dolar AS atau meningkat sebesar 58,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, Indonesia masih melakukan impor pati ubi kayu dengan nilai 73,8 juta dolar AS.

Menperin mengakui bahwa industri pati ubi kayu nasional masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam hal persaingan harga dan kualitas dengan produk impor.

Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan sinergi antara produsen pati ubi kayu dan industri pengguna, salah satunya melalui penerapan kebijakan Neraca Komoditas (NK).

Dengan kebijakan ini, kata dia, diharapkan industri pati ubi kayu dalam negeri semakin berkembang, utilisasi meningkat sejalan dengan pemenuhan kebutuhan industri pengguna, dan dapat terus meningkatkan kualitas produknya.

Lebih lanjut, Menperin juga memahami bahwa sebagian industri pengguna masih membutuhkan bahan baku pati ubi kayu dengan spesifikasi tertentu yang selama ini dipenuhi melalui produk impor.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Kemenperin mendorong penguatan kapasitas industri dalam negeri agar mampu menghasilkan pati ubi kayu dengan spesifikasi yang sesuai.

Disampaikan Menperin, lewat kegiatan business matching atau temu bisnis yang saat ini diselenggarakan, industri pati ubi kayu dalam negeri dapat melakukan diversifikasi spesifikasi yang diperlukan oleh industri pengguna, sehingga industri pengguna mendapatkan jaminan pemenuhan bahan bakunya dari dalam negeri.

Dengan penguatan sinergi ini, Kemenperin optimistis industri pati ubi kayu nasional dapat tumbuh lebih optimal, meningkatkan utilisasi kapasitas, menekan ketergantungan impor, serta berkontribusi nyata dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan industri nasional.

0 Response to "Kemenperin perkuat sinergi industri pati ubi untuk substitusi impor"

Posting Komentar